Sabtu, 29 Mei 2021

3.7 Mengevaluasi penyambungan fiber optic

 

 


Penyambungan Kabel Fiber Optik

 Saat ini koneksi telepon internasional dan nasional telah menggunakan media kabel fiber optic. Tidak lama lagi kabel fiber optik atau kabel FO akan mengubah cara kita menonton TV, menerima, dan menggunakan informasi Konsep memanfaatkan cahaya kabel fiber optik sebagai suatu alat komunikasi modern dimulai akhir abad ke-19 ketika Alexander Graham Bell pada tahun 1880 merepresentasikan dan mematenkan penemuannya yang menggunakan cahaya dari kabel fiber optik sebagai pengirim suara. Alat tersebut dikenal dengan photophone, menggunakan cahaya dan perangkat sensitif cahaya sebagai penerima dan menyiarkannya kembali dengan mereproduksi suara manusia.

Penyambungan serat optik atau yang sering disebut dengan splicing serat optik dilakukan pada saat serat putus yang dikarenakan oleh faktor dari luar seperti terkena benang layang-layang, cangkul jangkar, dan lain-lain, atau untuk menghubungkan ujung serat optik pada saat instalasi dengan jarak yang jauh.

Dengan melakukan splicing ini kita bisa mengurangi redaman. Sebagai contoh, bila kita menggunakan konektor biasa untuk menghubungkan kedua ujung serat optik, maka kita akan mendapatkan redaman yang lebih besar dibandingkan melakukan teknik splicing. Penyambungan fiber optik dimungkinkan karena adanya kombinasi antara komponen kabel fiber optik dan elektronik, serta penggunaan cahaya dari kabel fiber optik, atau kabel fiber itu sendiri telah ikut meningkatkan kinerja kabel,

 

A. Penyambungan Kabel Optik

Dalam jaringan kabel titik rawan gangguan terletak pada titik sambungan,karna pengaruh dari luar seperti masuknya air ke dalam closure. Dalam jangkawaktu yang panjang 5 s/d 10 tahun akan menyebabkan turunnya karakteristik kabel, demikian juga akan menyebabkan rugu-rugi optik bertambah besar. Selain faktor air yang akan mempengaruhi kualitas jaringan juga factor mekanis seperti tegangan yang berlebihan serta bending radius.Tujuan penyambungan kabel optik secara umum adalah untuk menyambung 2 buah kabel serat optik sesuai dengan prosedur yang benar sehingga mempunyai rugi-rugi sekecil mungkin. Prosedur penyambungan serat optik adalah sebagai berikut :
  1. Penyambungan kabel serat optik harus sesuai prosedur
  2. Penggunaan material dan peralatan harus benar
  3. Pemasangan saran sambung kecil kabel harus sesuai petunjuk pelaksanaan
  4. Pengetesan harus dilakukan sesuai penyambungan 
  5. Kesemuanya harus dlaksanakan dengan baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang optimal. 
 

B. Proses /Prosedur penyambungan kabel serat optik meliputi:

  1. Penyambungan Kabel.
  2. Penyambungan Serat.


 


Splicing Set-Up

Splicing set up ini persiapan-persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan penyambungan kabel fiber optic:

  1. Bersihkan diseputar lokasi penyambungan.
  2. Kupas buffer tubes dan bersihkan dengan jelly cleaner.
  3. Ambil Fibrlok splice dan tempatkan pada splice holding.
  4. Posisikan lengan penjepit / penyimpan fiber (toggle arms) sesuai peruntukan.Untuk fiber dengan diameter coating 250 μm , putar kearah dalam.Untuk fiber dengan diameter coating 900 μm , putar kearah luar.
 

      C. Peralatan kerja fiber optik

Beberapa jenis peralatan kerja yang diperlukan dalam penyambungan kabel fiber optik, antara lain sebagai berikut.

  1. Fusion splicer, merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik, di mana serat tersebut terbuat/berbasis kaca dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah diubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser, Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik.
  2. Stripper, adalah suatu alat yang berfungsi untuk memotong atau mengupas kulit pelindung kabel serat optik
  3. Cleaver, adalah sebuah alat yang digunakan untuk memotong core fiber optik yang kulit kabel optiknya sudah dikupas. Pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan terpotong dengan rapih.
  4. Patch cord (optic jumper), yaitu sebuah kabel fiber optik yang terpasang konektor pada kedua ujung kabel. Patch cord digunakan untuk menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lain.
  5. Pigtail, adalah sebuah kabel fiber optik yang hanya memiliki sebuah konektor pada ujungnya, yang kemudian akan disambungkan dengan kabel fiber optik yang belum memiliki konektor.
  6. OTB (Optical Termination Box), adalah terminasi fiber optik yang ada pada rak atau kotak.
  7. Optical Power Meter (OPM), adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dan sinyal cahaya yang sudah masuk 
  8. Optical Time Domain Refectometer (OTDR), adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak tempuh tertentu sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang terjadi. OTDR ini biasanya digunakan untuk melakukan pendeteksian kabel crack (retak), putusnya core yang belum diketahui letaknya, putusnya kabel, atau juga untuk melakukan bending (pembengkokan) kabel
  9. Alkohol 97%, digunakan untuk membersihkan core yang telah dipisahkan dari kulit sebelum disambung Selain peralatan-peralatan di atas, kita membutuhkan peralatan lain, di antaranya kain bersih, tisu, selotip, spidol, meteran, pelindung serat, thinner B, dan lain-lain

Fusion Splicing

Teknik penyambungan fiber optik untuk menyambung 2 fiber secara permanen dan rugi rugi penyambungan kecil harus memakai fusion splicer.

Bagian Bagian Fusion Splicing

Berikut bagian-bagian dalam fusion splicing:

  • Struktur fusion splicer.
  • Proses fusion splicing.
  • Kualitas sambungan.
  • Perkiraan fusion splicing.
  • Pemeliharaan fusion splicer.

Struktur Fusion Splicer

Berikut adalah struktur yang dimiliki fusion splicer:

  • Alur v dan klem.
  • Mikro positioned dan sensor.
  • Elektroda.
  • Sistem sensor yang berisi kaca dan lensa.
Fungsi dari masing-masing yang akan memadukan terjadinya proses penyambungan.



           Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyambungan serat optic.

Ketika melakukan penyambungan (splicing), ada hal-hal yang harus diperhatikan agar splicing bisa berhasil dan juga untuk keselamatan kerja, di antaranya sebagai berikut.

  1. Sebelum melakukan splicing, usahakan agar semua peralatan dan bahan serta tangan kita sebersih mungkin, sebab adanya kotoran pada serat optik dapat menyumbang redaman pada serat.
  2. Selalu letakkan tangan di belakang cutter ketika sedang melakukan pengupasan pelindung serat.
  3. Jangan menginjak tube karena akan merusak core yang ada di dalamnya sehingga bisa menyebabkan core pecah atau retak.
  4. Sebaiknya jangan mendekatkan cairan alkohol ke mata kita sebab cairan alkohol bisa menguap ke udara.
  5. Jangan menggulung core dengan diameter yang sangat kecil karena bisa membuat core putus.
  6. Jangan membuang core sembarangan, sebab bila menembus kulit dikhawatirkan bisa masuk ke aliran darah dan mengganggu kesehatan.
  7. Selalu perhatikan perlindungan pada kaset agar air tidak dapat masuk ke dalam kaset dan bisa merusak serat tersebut.
  8. Ikuti prosedur atau langkah-langkah yang ada.

 

Persiapan Fiber

Persiapan kabel fiber optik yang akan digunakan mulai dari pengupasan sampai pemotongan kabel fiber optik:

  1. Kupas coating sepanjang + 25 mm s/d 51 mm menggunakan mechanicalstripper.
  2. Bersihkan bare fiber menggunakan tissue alkohol.
  3. Untuk jenis Fibrlok II 2529 Universal Splice, potong fiber menggunakan fiber cleaver  sepanjang 12,5 mm + 0,5 mm, baik untuk diameter coating 250 μm maupun 900 μm.
  4. Periksa panjang potongan fiber menggunakan pengukur panjang potonganfiber 12,5 mm yang ada pada Fibrlok Assembly Tool.
  5. Apabila panjang bare fiber tidak sesuai, lakukan pengaturan panjang potongan fiber pada fiber cleaver.

Penyambungan Fiber 

Langkah-langkah melakukan splicing atau penyambungan kabel fiber optik setelah persiapan dengan menggunakan alat yaitu Splicer :
  1. Tempatkan fiber pertama pada tempat penyimpanan fiber dengan caramenjepitkan fiber pada penggenggam (panjang coating dari bare fiber +6 mm.
  2. Masukkan ujung fiber pertama dengan cara mendorong ke dalam Fibrlok Splice sampai berhenti.
  3. Lakukan hal serupa untuk sisi yang lain (fiber kedua).
  4. Masukkan ujung fiber kedua dengan cara mendorong ke dalam Fibrlok Splicesampai ujung fiber pertama dan kedua bersentuhan yang ditandai denganbergeraknya pada fiber pertama.
  5. Setelah kedua ujung fiber bersentuhan, dorong fiber pertama kearah fiberkedua sekali lagi sampai fiber kedua bergerak.
  6. (Hal ini untuk meyakinkan bahwa kedua ujung fiber benar-benar salingbersentuhan).
  7. Lakukan pengepresan dengan cara menekan Handle (pada Fibrlok AssemblyTool) kebawah sampai fibrlok splice berbunyi. 

Pengaturan Fiber Kedalam Tray

Yang perlu diperhatikan pada saat pengaturan sambungan fiber ke dalamTray:
  1. Setelah selesai penyambungan, angkat Fibrlok Splice dari Assembly Tool dan masukkanke dalam Tray.
  2. Saat mengatur serat kedalam tray, perhatikan bending radius serat tidak bolehkurang     dari 3 cm.
  3. Hindari terjadinya puntiran pada serat.
  4. Tata cara pengaturan serat kedalam tray ini juga berlaku untuk  penyambungan serat dengan fusion.
 

Proses Fusion Splicing

Proses yang dilakukan dalam fusion splicing antara lain:
1.  Pengupasan coating.

 
 
2.  Pemotongan serat

3.  Pemasangan fiber pada alur V
4.  Membuat sejajar serat dan fusion splicing
JUMLAH ARC

Penyambungan 2 Kali ARC(Kanan)

5.  Mengecek hasil sambungan

Perkiraan nilai sambungan dan tampilan luar daripada titik sambungan menunjukkan baik jeleknya kualitas sambungan.Bila hasilnya terdapat:
  • Gelembung.
  • Garis tebal.
  • Bayangan hitam.
  • Bila terjadi hal semacam itu harus dilakukan lagi penyambungan.
Perkiraan fusion splicing loss, ada 2 cara yaitu :
  1. Local injection and ditection (LID).
  2. Direct core monitoring (DCM)

Mechanical Splicing

Fungsi penyambungan mekanik adalah penyambungan secara mekanik mengambil contoh dari produk 3M type Fibrlok II 2529, yaitu :
  1. Digunakan untuk menyambung serat single mode maupun multimode dengan diameter cladding 125 μm secara permanen.
  2. Diameter coating yang digunakan antara 250 μm s/d 900 μm.
Peralatan yang digunakan dalam penyambungan mekanik, antara lain :
  1. Fibrlok Assembly Tool. (Alat untuk menyambungkan fiber secara mekanik)
  2. Plastic Coating Stripper - (Untuk mengupas coating)
  3. Tissue ber-alkohol. (Untuk membersihkan serat setelah dikupas coatingnya)
  4. Cleaver (Untuk memotong serat setelah dibersihkan)
  5. Fibrlok Splice (untuk menyambungkan fiber).

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam proses setup penyambungan, yaitu:
  1. Bersihkan di seputar lokasi penyambungan.
  2. Kupas buffer tubes dan bersihkan dengan jelly cleaner.
  3. Ambil Fibrlok splice dan tempatkan pada splice holding.
  4. Posisikan lengan penjepit / penyimpan fiber (toggle arms) sesuai peruntukan. Untuk fiber dengan diameter coating 250 μm, putar kearah dalam. Untuk fiber dengan diameter coating 900 μm putar kearah luar.

 
 
 Langkah-langkah penyambungan fiber optik

Dalam hal ini kita menggunakan kabel serat optik untuk udara. Prosedur atau langkah-langkah melakukan penyambungan atau splicing serat optik sebagai berikut.

a.   Ukur kabel dengan menggunakan meteran sepanjang kurang lebih 150 cm (dalam keadaan baik) dari ujung kabel, lalu tandai dengan isolasi atau spidol. Untuk kabel udara, terlebih dahulu kupas logam dalam kabel yang berfungsi sebagai penopang kabel saat berada di udara dengan menggunakan cutter sepanjang batas tersebut, lalu potong dengan tang logam.

b.   Setelah itu, kupas pelindung fube yang berwama hitam sepanjang batas tersebut. Langkah langkah untuk membuka pelindung sebagai berikut

1)  Sebaiknya dilakukan secara sedikit demi sedikit sepanjang 25 cm dengan cara digergaji dan jangan terlalu dalam karena akan mengenai tube.

2)  Patahkan sedikit dan memutar pada bekas gergaji dan sudut patah tidak boleh 30 agar tube tidak ikut patah.

3)  Lalu tank sehingga yang terlihat hanya benang pelindung, kemudian kupas benang tersebut dengan cutter sehingga yang terlihat hanya tube yang dilapisi jelly

c.    Bersihkan tube dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan alkohol sampai bersih

d.   Ukur tube tersebut dari batas isolasi sepanjang 50 cm, beri tanda dengan spidol atau isolasi Lalu kupas fube pada batas tersebut dengan menggunakan pemotong tube dan sebaknya dilakukan sedikit demi sedikit sepanjang 25 cm dengan cara memutar pemotong tube searah jarum jam sebanyak 2 kali, lalu patahkan dan jangan lebih dari 30 agar serat optik tidak ikut patah, kemudian tarik tube sehingga yang terthat hanya serat optik saja yang dilindungi oleh jely Lakukan berulang-ulang sampal sepanjang 100 cm dari ujung tube

e.   Bersihkan come tersebut dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan alkohol sampai bersih dan pasang sleeve protection (pelindung sambungan) di salah satu sisi yang akan disambung.

f.  Setelah itu kita masukkan ke dalam splicer yang berfungsi menyambung core dengan teknik Fusion (peleburan) Jangan sampai ujung core menyentuh suatu benda sebab akan menambah redaman.

g.   Kemudian tekan tombol set, maka secara otomatis aplicer akan meleburkan kedua core dan menyambungnya. Tunggu sampal layar menunjukkan estimasi redaman, lalu tekan reset sehingga layar akan kembali ke tampilan awal. Setelah itu keluarkan core tersebut

h.  Proses selanjutnya adalah memanaskan plastik khusus (sleeve protection) Letakkan sleeve protection di tengah sambungan, kemudian masukkan ke bagian heater dan alat splicer yang berfungsi untuk memanaskan sleeve protection tersebut dengan cara menekan "heal" untuk membuka tutup heater. Tunggu sampai splicer mengeluarkan bunyi lalu keluarkan

 

 

         Evaluasi penyambungan fiber optik

Hasil penyambungan fiber optik dapat dilihat dari tampilan luar sambungan, misalnya adanya gelembung, garis tebal, atau ada bayangan hitam. Jika ditemukan hal semacam itu, maka harus dilakukan penyambungan ulang

             Kegagalan penyambungan

Proses penyambungan bisa saja tidak berhasil, hal ini bisa disebabkan oleh faktor-faktor berikut.

a.   Perbedaan struktur serat optik, antara lain karena diameter core tidak sama dan letak core tidak berada di tengah.

b.    Kualitas penyambungan, antara lain karena permukaan serat tidak rata, serat masih basah, sumbu serat tidak sejajar, ujung serat menyentuh sesuatu, dan penyimpangan sudut

 

            Kualitas penyambungan

Untuk mendapatkan kualitas penyambungan yang baik harus memerhabkan hal-hal berikut.

a.       Kualitas kabel yang sesuai spesifikasi.

b.       Alat sambung yang baik.

c.       Pembersihan serat

d.       Jointer (penyambung) harus berpengalaman

e.       Pemotongan kabel fiber optik.

Dengan melakukan penyambungan secara fusion, diharapkan bisa memperoleh redaman yang sekecil mungkin



 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon