Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2019

Day 2 Sesi 3 Diklat Guru IT BLC Telkom 2019

Diklat Guru IT BLC Telkom Klaten

Hari ke-2

 IP ADDRESS

 


Hari, tanggal : Selasa, 10 Desember 2019
Materi : CISCO
Pemateri : M. Rifki Fajarudin
A. Pendahuluan
Untuk kali ini di sesi ke 3 pada hari ke 2 kita kembali di ingatkan mengaenai IP Address, yang mana ip adalah suatu nomor unik yang di pakai untuk pengalamatan pada sebuah jaringan, dan sangat di ikuti dengan penuh antusias oleh para peserta diklat Guru IT di BLC Telkom Klaten ini.
B.  Latar Belakang

IP Address (Internet Protocol) adalah sebuah nomor unik peng-alamatan atau sebuah identitas di handphone, perangkat jaringan, komputer yang berada di port interface. Tanpa adanya IP Address ini kita tidak akan bisa terhubung ke internet.
Panjang dari angka ini adalah 32 bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. 
C. Tujuan
Dengan adanya sesi ini yang kembali mengangkat materi tentang IP Address, walaupun kita semua di sini adalah guru yang mengajarkan tentang jaringan, ternyata masih ada ilmu yang bisa di dapat dalam materi ini.
D. Materi Pembahasan
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32 bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
  • IP versi 4 (IPv4)
  • IP versi 6 (IPv6)
Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. IP address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan. Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, sementara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan lokal. Informasi ini bisa diketahui dengan mengkombinasikan IP address dengan 32 bit angka subnet mask. IP address memiliki beberapa kelas berdasarkan kapasitasnya, yaitu Class A dengan kapasitas lebih dari 16 juta komputer, Class B dengan kapasitas lebih dari 65 ribu komputer, dan Class C dengan kapasitas 254 komputer.
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
  • Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat Unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
  • Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
  • Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8 bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8 bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
  • Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
    Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
  • Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier di mana ia berada.
Kelas-Kelas IP Address
  • Ditentukan oleh besar ukuran jaringan
  • Terbagi dalam 5 kelas :
  1. Kelas A : Digunakan untuk jaringan yang sangat besar
  2. Kelas B : Digunakan untuk jaringan yang ukurannya medium
  3. Kelas C : Digunakan untuk jaringan yang ukurannya kecil
  4. Kelas D : Digunakan untuk IP Multicasting
  5. Kelas E : Dicadangkan untuk penggunaan eksperimen
Dalam RFC 791, alamat Unicast IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

Kelas Alamat IP
Oktet pertama
(desimal)
Oktet pertama
(biner)
Digunakan oleh
Kelas A1–1260xxx xxxxAlamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B128–1911xxx xxxxAlamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C192–223110x xxxxAlamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D224–2391110 xxxxAlamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E240–2551111 xxxxDireservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
 

Senin, 16 Desember 2019

Day 3 Sesi 2 Diklat Guru IT BLC Telkom 2019

Diklat Guru IT BLC Telkom Klaten
Hari ke 3

VLAN (Virtual LAN)

Hari, tanggal : Rabu, 11 Desember 2019
Materi : CISCO
Pemateri : M. Rifki Fajarudin/Network Engineer and Trainer (CCNP RS)


A. Pendahuluan

Pada materi hari ke 3, sesi 2 ini peserta di ajak melihat kembali perangkat cisco yang berupa switch karena kita akan di ajak untuk mempelajari tentang VLAN ( Viirtual LAN) . VLAN (Virtual Local Area Network) adalah sekumpulan user atau komputer yang dikelompokan secara logika yang ditandai pada port di switch. Virtual LAN (VLAN) membagi satu broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain, sehingga dalam satu switch bisa saja terdiri dari beberapa network. Host yang berbeda VLAN tidak akan tersambung sehingga meningkatkan security jaringan.
VLAN adalah fasilitas yang dimiliki oleh switch manageable, contohnya cisco. Pada switch unmanageable, port-port nya hanya dapat digunakan untuk koneksi ke network yang sama (satu network) sehingga tidak mendukung fasilitas VLAN.

B. Latar belakang
Mungkin selama ini yang biasa kita pakai di jaringan untuk menambah/melebarkan jangkauan jaringan, kita menggunakan sebuah perangkat yang namanya Hub, dan ternyata dalam jaringan sekala besar jika kita menggunakan Switch/Hub sangat tidak di sarankan, karena Hub mempunyai banyak kelemahan, salah satunya adalah broadcast domainnya yang sangat tinggi, sehingga jika kita menggunakan untuk jaringan yang traffic nya tinggi maka jaringan tersebut akan macet.
C. Tujuan
Tujuan diklat pada hari ke 3 ini adalah mengenalkan dan melatih penggunaan perangkat switch dengan berbagai macam konfigurasinya,dan salah satunya yaitu kita di kenalkan tentang VLAN.

D. Materi Pembahasan

VLAN (Virtual Local Area Network) adalah Sekumpulan user atau komputer yang dikelompokan secara logika yang ditandai pada port di switch.
  • VLAN ini biasa digunakan perkantoran atau sekolah contohnya untuk Divisi IT sudah dimasukan kedalam VLAN 2 dan untuk Divisi HRD sudah dimasukan kedalam VLAN 3.
  • Tapi ingat sebelum adanya Router atau Switch Multilayer yang berbeda VLAN tidak akan bisa saling terhubung (ping). Karena jika ingin bisa saling ping berbeda network membutuhkan gateway.
  • VLAN Default : VLAN 1, jadi sebelum kita konfigurasi VLAN, semua port yang ada didalam switch, secara default sudah masuk kedalam VLAN 1.
  • Setiap VLAN hanya 1 IP Network.
Oke, sekarang kita belajar untuk konfigurasi VLAN. Dalam membuat VLAN di cisco bisa 3 cara diantaranya :
  • Bisa lewat Privileged mode (vlan database)
  • Bisa lewat Global Configuration mode
  • Bisa lewat Global Interfaces
kita buat topologi simple tentang VLAN nya
 Gbr. 1. Topologi VLAN

Pertama disini saya akan mensharing macam – macam cara pembuatan VLAN. Pertama yang saya bahas pembuatan VLAN di mode Privileged

1. Membuat VLAN di mode Privileged
Switch>enable
Switch#vlan database
% Warning: It is recommended to configure VLAN from config
mode,as VLAN database mode is being deprecated. Please consult
user documentation for configuring VTP/VLAN in config mode.
Switch(vlan)#vlan 10 name IT
VLAN 10 added:
   Name: IT
Switch(vlan)#exit
APPLY completed.
Exiting....
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#interface range fa0/1-2
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#
Penjelasan perintah :
  • vlan database : Jadi kita membuat vlan didalam databasenya si vlan itu.
  • interface range fa0/1-2 : Untuk masuk kedalam interface lebih dari 1 interfaces, makanya disitu menggunakan perintah range. Kalau hanya 1 interfaces saja yang ingin dikonfigurasi tidak usah menggunakan perintah range.
  • switchport mode access : Membuat port switch menjadi access atau dengan kata lain mode access adalah mode yang tidak bisa dilewati dengan banyak vlan.
  • switchport access vlan 10 : Membuat port switch menjadi dimasukan kedalam VLAN 10.
ketika di cek menggunakan perintah show vlan:


2. Membuat VLAN di mode Global
Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with
CNTL/Z.
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name IT
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#interface range fa0/1-2
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#
Penjelasan perintah diatas :
vlan 10 : Digunakan untuk membuat VLAN dimode Global.
name IT : Mengganti nama vlan menjadi IT.

3. Membuat VLAN di mode Global Interface
Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with
CNTL/Z.
Switch(config)#interface range fa0/1-2
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
% Access VLAN does not exist. Creating vlan 10
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name IT
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#
Penjelasan perintah :

  • Sama seperti perintah perintah sebelumnya akan tetapi kalau kita membuat VLAN di mode Global Interfaces seperti ini nama VLAN akan default (VLAN-10). Jadi ibarat kata VLAN saja belum dibuat tetapi sudah nuduh interfaces fa0/1-2 harus ke VLAN 10 padahal VLAN 10 belum dibuat, dengan adanya perintah switchport access vlan 10 jadi secara otomatis Switch akan membuat vlan tetapi dengan nama VLAN nya bawaan default (VLAN-10)
  • vlan 10 : Karena vlan 10 sudah terbuat jadi perintah ini hanya digunakan untuk masuk ke partisinya VLAN 10
  • name IT : Digunakan untuk mengganti nama vlan
Kemudian sekarang kita lakukan testing client to client
  1. konfigurasi IP Addrress Laptop dan PC
  2. kemudian kita lakukan ping antar client dari PC ke laptop dan sebaliknya.
  3. Sudah berhasil. Tak lengkap rasanya jika hanya bisa mengkonfigurasi membuat VLAN tetapi tidak bisa menjadi troubleshooting nya. Untuk troubleshooting nya seperti ini :

Dari gambar diatas kita bisa melihat mana saja interfaces yang sudah masuk kedalam VLAN yang sudah kita buat. Lalu bagaimana jika kita ingin menghapus VLAN. Oke nih saya akan sharing juga cara menghapus VLAN ataupun menghilangkan interfaces dari VLAN.







Rabu, 11 Desember 2019

Day 3 Diklat Guru IT BLC Telkom 2019


Diklat Guru IT BLC Telkom Klaten
Hari Ke 3


Hari, tanggal : Rabu, 11 Desember 2019
Materi : CISCO
Pemateri : M. Rifki Fajarudin/Network Engineer and Trainer (CCNP RS)


A. Pendahuluan

     Pada materi hari ke 2 ini peserta di ajak melihat kembali perangkat cisco yang berupa switch karena kita akan di ajak untuk mempelajari tentang switcing. dan mungkin sahabat semua faham bahwa yang kita pelajari ini adalah perangkat yang bekerja pada layer 2 yaitu data link. 

B. Latar belakang

Mungkin selama ini yang biasa kita pakai di jaringan untuk menambah/melebarkan jangkauan jaringan, kita menggunakan sebuah perangkat yang namanya Hub, dan ternyata dalam jaringan sekala besar jika kita menggunakan Switch/Hub sangat tidak di sarankan, karena Hub mempunyai banyak kelemahan, salah satunya adalah broadcast domainnya yang sangat tinggi, sehingga jika kita menggunakan untuk jaringan yang traffic nya tinggi maka jaringan tersebut akan macet.

C. Tujuan

Tujuan diklat pada hari ke 3 ini adalah mengenalkan dan melatih penggunaan perangkat switch dengan berbagai macam konfigurasinya,yaitu;
  • Perintah Dasar Switch & Router Cisco
  • Konfigurasi Password pada Cisco
  • Virtual LAN (VLAN)
  • Trunking VLAN
  • VLAN Trunking Protocol (VTP)
  • Port Security Spanning Tree Protocol (STP)
  • STP Portfast
  • Etherchannel
D. Materi Pembahasan

Pada materi hari ke 3 ini akan coba saya uraikan satu demi satu.
Switch pada cisco biasa disebut catalyst. Perbedaan switch dan router yang paling menonjol adalah switch mempunyai banyak port.



Perintah dasar Switch dan Router Cisco
Ada beberapa perintah dasar cisco yang wajib diketahui.
Router>  
Router>enable Router#  
Router#configure terminal  
Router(config)#
Ada beberapa hak akses ketika masuk dalam Cisco IOS:
  • User mode ditandai dengan tanda “>”
  • Previlige mode ditandai dengan tanda “#”. Untuk masuk dari user mode ke previlige mode ketikkan perintah enable.
  • Global configuration mode digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat
Mengganti Hostname
Router(config)#hostname R-01
R-01 (config)#
Meyimpan Konfigurasi
Konfigurasi agar ketika device direboot konfigurasi tidak hilang.
R-01(config)#write
atau
R-01(config)#copy run start
Mereset Perangkat Cisco
Untuk mengembalikan konfigurasi ke default.
R-01(config)#write erase
Perintah show ip interface brief digunakan untuk melihat informasi interface.
R1#show ip interface brief
Interface       IP-Address   OK? Method             Status Protocol
FastEthernet0/0 10.10.10.1   YES manual               up      up
FastEthernet0/1 12.12.12.1   YES manual               up      up
Loopback0          1.1.1.1   YES manual               up      up
Vlan1           unassigned   YES unset administratively down  down
Perintah show running-config digunakan untuk melihat konfigurasi yang sedang
berjalan.

R1#show running-config
Building configuration...
Current configuration : 687 bytes
!
version 12.4
no service timestamps log datetime msec
no service timestamps debug datetime msec
no service password-encryption
!
hostname R1
!
spanning-tree mode pvst
!
interface Loopback0
Konfigurasi Password pada Cisco
Keamanan adalah hal yang penting dalam suatu jaringan. Pemberian authentikasi
berupa username dan password dalam device dilakukan agar tidak sembarang
orang dapat masuk ke device.
Mengeset Password Line Console maka ketika melakukan config melalui port
console akan diminta login.

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#line console 0
Router(config-line)#password 123
Router(config-line)#login

Ketika masuk ke device akan muncul tampilan berikut.

User Access Verification
Password:
Konfigurasi VTY (Virtual Terminal) agar device menggunakan username dan password yang spesifik dapat ditelnet dengan
Router(config)#username admin
Router(config)#enable password coba1
Router(config)#enable secret coba2
Ketika di show run .
Router#sh run
Building configuration...
Current configuration : 598 bytes
!
version 12.4
no service timestamps log datetime msec
no service timestamps debug datetime msec
no service password-encryption
!
hostname Router
!
enable secret 5 $1$mERr$9SLtlDbYs.aoemVq5cCcc.
enable password coba1
!
username admin
enable secret = password diencripsi.
enable password = password tidak dienciprsi dan dapat dilihat dengan show run.
Jika kita mengeset enable secret dan enable password, maka yang dipakai adalah enable secret.








Sesi 2 Day 2 - Pelatihan Guru IT BLC Telkom

Diklat Guru IT BLC Telkom
Day 2 Sesi 2








Pada Sesi ini di awali dengan sebuah pertanyaan dari narasumber yaitu mas Rifki, sebuah pertanyaan yang mudah tapi susah untuk di terka yaitu , "Apa itu jaringan ?"



dengan beberapa jawaban yang berbeda-beda dengan sumber dari berbagai media yang ada di internet 😃

salah satunya ...


 Jaringan komputer (jaringan) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. (wikipedia) 😎

Kemudian satu pertanyaan lagi yaitu, "apa itu internet ?"
tentunya dengan PD dengan bantuan yang sama ... 😃 dari wikipedia....

  "Internet (portmanteau dari interconnected network) adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket protokol internet (TCP/IP) untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jaringan privat, publik, akademik, bisnis, dan pemerintah lokal ke lingkup global, dihubungkan oleh beragam teknologi elektronik, nirkabel, dan jaringan optik. Internet membawa beragam sumber daya dan layanan informasi, seperti dokumen hiperteks yang saling terkait dan aplikasi World Wide Web (WWW), surat elektronik, telepon, dan berbagi berkas."

 Kita juga di perkenalkan topologi yang di pakai di dunia industri telekomunikasi dan ISP tapi sayang hanya di perliatkan dan tidak boleh di foto atau di copy, hanya untuk mengenalkan rumitnya sebuah topologi yang di pakai dan peralatan tang di pakai.




Day 2 - Pelatihan Guru IT BLC Telkom 2019



Pentingnya Sertifikasi Internasional di Dunia Pendidikan Indonesia
Diklat Hari Ke 2 BLC Telkom
By M. Rifki Fajarudin/Network Engineer and Trainer (CCNP RS)




A. Pendahuluan

Pentingnya Sertifikasi Internasional ( CISCO ) bagi pendidikan di indonesia dan bagaimana kebutuhan industri saat ini, lulusan SMK di mata industri dan kenapa harus sertifikasi internasional

B. Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan global dan menyampaikan maksud dan tujuan industri kepada siswa bagaimana bersaing dengan dengan tuntutan global trade negara lain dengan memiliki sertifikat keahlian dengan grade internasional.

C. Tujuan 


Tersampaikannya informasi mengenai kebutuhan industri kepada SMK dengan sertifikasi internasional.
Memotifasi lulusan SMK dapat bersaing di industri dengan pelamar yang lain yang lebih kompeten.
Memotivasi instasi sekolah untuk meningkatkan kompetensi peserta didiknya dan kompetensi sekolah agar output peserta didiknya dapat bersaing di dunia industri.

D. Materi Pembahasan

Untuk pemateri pada paletihan hari kedua ini adalah mas, M.Rifki Fajarudin/Network Engineer and Trainer (CCNP RS) dari Best Path Network di jakarta, agenda kali ini membahas overview kebutuhan industri, bagaimana lulusan SMK di Industri, dan kenapa harus sertifikasi internasional.

Overview kebutuhan industri :
1. Soft Skill
  - Atitude yang baik
  - Kemampuan bersosialisasi
  - Kemampuan berkomunikasi
2. Hard Skill
  - Kemampuan mengoperasikan perangkat
  - Kemampuan melakukan konfigurasi
  - Kemampuan mengatasi trouble shoot
  - Kemampuan melakukan maintanance jaringan

Kemudian pada sesi ini mas rifki juga memaparkan tentang kekurangan pada lulusan SMK, salah satunya yang paling utama adalah atitude, kebanyakan para pelamar pekerjaan mempunyai atitude yang kurang memenuhi kriteria kebutuhan industri, bagaimana para pelamar mengelola informasi mulai dari hal yang terkecil seperti mengirim e-mail yang baik dan benar.

Lulusan SMK di mata dunia industri :
  • Soft skill
  • Hardskill yang dianggap masih kurang
  • Dianggap hanya untuk mengerjaka L1 ( dalam OSI layer 1 )
  • Masih banyak harus di arahkan
  • Kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapat
  • Menjadi kambing hitam/mudah di persalahkan
    Kemudian point berikutnya mengenai kenapa kita harus sertifikasi internasional, pada saat anda (sisiwa) melamar pekerjaan di dunia IT, dimana disitu banyak pesaing nya?

    1. apa yang membuat anda berbeda?
    2. apa yang menegaskan bahwa anda mempunyai kualitas di bidangnya (yg anda inginkan)?
    3. apakah pendidikan formal anda sudah cukup untuk bersaing dengan banyaknya orang yang seprofesi dengan anda?

      Alasan yang mendorong untuk mengambil sertifikasi internasional
      • Keterbatasan kurikulum dalam pendidikan formal
      • Kurang cepat dalam mengadopsi kebutuhan industri
      • Adanya keinginan untuk mengetahui lebih dalam di bidang tersebut
      • Untuk meyakinkan industri bahwa kita berkompeten di bidang tersebut
      Manfaat memiliki sertifikasi internasional
      • Menimbulkan rasa percaya diri yang lebih dengan kemampuan yang dimilikinya
      • Menimbulkan kredibilitas di mata industri
      • Untuk mengukur kemampuan di bidangnya
      • Membuka lebih banyak kesempatan
      • Menambah nilai jual di dunia indutri level nasional maupun internasional
      • Penunjang peningkatan karier dan penigkatan gaji
      • Lebih mudah dalam negosiasi gaji pada saat interview.
      Pembicara juga menekankan bahwa siswa SMK harus dibiasakan membaca atau memperbanyak literasi. Kebanyakan siswa tidak memahami hal yang paling mendasar sekali dan penguasaan alat yang akan dipegang, tantangan ke depan yang harus dihadapi. Bapak/Ibu sebagai pendidik harus mengetahui bagaimana karakter siswa/i, bagaimana cara menghadapinya, melalui pendeketan apa, bagaimana siswa harus bisa memotivasi dirinya. Banyak siswa/i belum memahami betul apa itu jaringan komputer itu mengapa para pendidik diharapkan selain transfer of knowledge juga harus transfer of value.

      E. Kesimpulan
      Kenapa kita harus bersertifikasi Internasional
      • Bagaimana menjembatani Keterbatasan kurikulum dalam pendidikan formal
      • Tindakan SMK dalam menghadapi kebutuhan industri
      • Keinginan untuk mengetahui lebih dalam tentang profesi dalam Teknologi Informasi
      • Untuk meyakinkan industri bahwa kita kompeten dalam bidang tersebut


















       

      Sesi 3 Day 2 - Pelatihan Guru IT BLC Telkom

      Sesi ke 3 hari ke 2
      Mengenal OSI Layer



      A. Pendahuluan

      Sebelum kita melangkah lebih jauh, pada sesi ini kita di kenalkan dengan yang namanya OSI Layer atau lapisan OSI di mana ada 7 lapisan yang ada pada layer OSI tersebut.

      B. Latar belakang

      Jika kita ingin mempelajari dan menguasai jaringan paling tidak kita harus memahami tentang layer OSI ini yang sering kali kita juga masih gamang dan kurang begitu memahami fungsi dari layer OSI ini, untuk itu kami ingin mencoba mempelajarinya lagi mengenai layer OSI ini.

      C. Tujuan

       Tujuan mempelajari layer OSI ini adalah untuk mempermudah dalam mempelajari jaringan ke depanya, karena OSI layer ini adalah sebuah aturan standar dalam perangkat jaringan yang membuat berbagai perangkat kompatibel satu sama lain.

      D. Materi Pembahasan

      OSI Layer mempunyai kepanjangan dari Open System Interconaction.
      Bisa disebut juga OSI Model
      • OSI Layer adalah kerangka logika yang terstruktur bagaimana proses komunikasi data berjalan melalui jaringan
      • OSI dibuat oleh ISO (International Organization for Standarization)
      • Dirilis pada tahun 1977 di Eropa
      • Memiliki 7 Lapisan/Layer diantaranya Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link dan Physical
      • OSI Layer memiliki Upper Layer (Application, Presentation, Session) dan Lower Layer (Transport, Network, Data Link, Physical)
      • Upper Layer fokus di aplikasi pengguna dan bagaimana file di presentasikan di komputer
      • Pada Lower Layer ini lah bagaimana proses komunikasi data melalui jaringan

       Gbr .1. OSI Layer


      Seorang engineer wajib memahami layer 1 sampai 4 untuk memahami fungsi dan cara kerja perangkat jaringan.

      OSI Layer disebut sebagai lapisan, karena memang model referensi OSI ini diciptakan berlapis – lapis. Lapisan – lapisan pada OSI layer ini dibut dengan tujuan agar setiap paket data dalam sebuah jaringan bisa melewati layer tersebut sebelum pada akhirnya bisa saling terkoneksi. Berikut ini adalah ke – tujuh lapisan dari OSI Layer :

      1. Physical Layer

      Layer pertama adalah physical layer. Sesuai dengan namanya, physical layer berarti merupakan lapisan yang berhubungan dengan fisik. Layer physical ini berhubungan erat dengan fungsi persinyalan, dan merupakan layer yang paling dekat dengan hardware alias perangkat keras jaringan secara fisik.

      Fungsi physical layer :
      • Mendefinisikan media transmisi jaringan
      • Mendefinisikan metode persinyalan
      • Sinkronisasi bit data
      • Mendefinisikan arsitektur jaringan
      • Mengaplikasikan topologi jaringan
      • Melakukan proses pengkabelan
      • Mendefinisikan LAN Card atau NIC daam bekerja dengan gelombang radio
      2. Data link Layer
      Lapisan berikutnya pada OSI Layer adalah Data Link Layer. Merupakan salah satu layer yang penting, karena memilki fungsi sebagai :
      • Pengkoreksi kesalahan
      • Menentukan bagaimana setiap bit dari data dikelompokan ke dalam frame
      • Pengelamtan perangkat keras
      • Menentukan bagaimana sebuah perangkat keras dapat beroperasi
      Terdapat dua level pada lapisan data link layer ini, yaitu :
      • Logical Link Control (LLC)
      • Media Access Control (MAC)
      3. Network Layer
      Lapisan selanjutnya adalah network layer. Fungsi utama dari network layer ini adalah untuk membantu mendefinisikan alamat IP atau internet protocol, sehingga tiap komputer  dapat terhubung dengan satu jaringan.
      Selain itu, fungsi lain dari network layer adalah :
      • Membuat header pada paket – paket data
      • Melakukan proses routing
      Fungsi dari beberapa hardware jaringan, seperti router dan juga fungsi hub berjalan pada layer ini, dengan cara melakukan pemecahan paket data dan juga melakukan proses routing.


      4. Transport Layer
      Sesuai dengan namanya, tansport layer merupakan lapisan OSI yang memilki tugas sebagai pengantar. Fungsi utama dari transport layer pada lapisan OSI ini adalah :
      • Memecah data ke dalam paket – paket data
      • Mentransmisikan data dari session layer menuju network layer, maupun sebaliknya.
      • Membuat penomoran pada paket – paket data, sehingga nantinya dapat disusun kembali dengan mudah
      • Melakukan proses transmisi ulang pada paket data yang hilang
      Berkat adanya transport layer ini, maka setiap data bisa saling berjalan dari server menuju clientnya dengan lancar tanpa adanya gangguan.

      5. Session Layer
      Lapisan selanjutnya pada OSI adalah session layer. Lapisan session layer ini memiliki fungsi utama untuk mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi bisa dibangun, serta dapat mendefinisikan management dari sebuah koneksi, seperti menghancurkan dan juga memelihara koneksi.

      6. Presentation Layer
      Layer kedua pada saat data mulai ditransfer, dan bertindak sebagai layer ke-6 ketika sebuah komputer menerima paket data disebut dengan nama Presentation Layer. Funsi utama dari lapisan layer presentation ini adalah menteranslate data yang akan ditransmisikan dari dan menuju sebuah application (aplikasi).
      Apabila merupakan proses awal, lapisan ini berfungsi untuk menerjemahkan aplikasi menjadi sebuah data yang akan ditransmisikan, begitupun sebaliknya, ketika memaski proses akhir, presentation layer akan menterjemahkan data yang ditransmisikan ke dalam aplikasi.

      Protokol pada layer Presentation
      Berikut ini adalah beberapa protocol pada lapisan layer presentation :
      • Redirectopr software
      • Virtual Network Computing
      • Remote Desktop Protocol
      7. Application Layer
      Application Layer merupakan lapisan yang pertama pada saat sebuah data mulai ditransfer, dan merupakan lapisan terakhir yang dilewati begitu komputer client menerima data tersebut.
      Fungsi dari Application layer :
      Application layer, sebagai pelepas data dalam sebuah jaringan dan juga penampil data dalam sebuah jaringan memiliki beberapa fungsi, seperti :
      • Menyajikan interface antara aplikasi dengan jaringan
      • Mengatur bagaimana sebuah aplikasi mampu untuk mengakses jaringan
      • Membuat pesan – pesan berupa kesalahan pada jaringan
      • Menampilkan display dari sebuah jaringan
      Protokol pada layer Application
      Ada beberapa protocol yang ditempatkan pada lapisan application layer ini, yaitu :
      • HTTP
      • SMTP
      • NFS
      Itu adalah ke – 7 lapisan – lapisan atau layer yang terdapat di dalam sebuah model referensi OSI. Setiap paket data yang ditransmisikan melalui jaringan, nantinya akan melewati layer – layer tersebut, sebelum akhirnya terkoneksi satu sama lain.
















      Selasa, 10 Desember 2019

      Pelatihan Guru IT BLC Telkom 2019

      Diklat dan Pelatihan Guru IT di BLC Telkom Klaten
      9-14 Desember 2019

      Day 1


      Alhamdulillah atas segala nikmat yang tercurahkan,ba’da salam kepada junjungan kita nabi kita nabi Muhammad SAW.
      Alhmdulillah untuk tahun ini di berikan kesempatan untuk bergabung bersama mewakili SMKIT Ihsanul Fikri Boarding School dalam pelatihan guru di BLC Telkom klaten, yang mungkin dulu pernah di undang juga untuk mengikuti pelatihan, hanya karena waktu yang tidak sama dengan kegiatan di sekolah, maka baru kali ini dapat ikut serta dalam kegiatan pelatihan Guru IT di BLC Telkom Klaten tanggal 9 sampai tanggal 14 Desember 2019. 
      Pada hari pertama ini  kegiatan di mulai kedatangan dan regristasi peserta pukul 08.00 WIB, kemudian di buka oleh panitia yaitu mas Ulil Lukman Prasetyo sebagai salah satu punggawa di SMK-Net Indonesia.
      Kemudian pada sesi berikutnya masih pengenalan tentang diklat Guru IT oleh mas Mualim dan Pak Eko salah satu punggawa dan master untuk TKJ dari SMK Net Indonesia , kemudian kami juga di perkenalkan dengan P. Aris, beliau adalah direktur dari ISP RouteLink yang menjadi salah satu partner dari SMKNet Indonesia dan menurut beliau RouteLink, BLC dan SMKNet Indonesia adalah salah satu tim yang di tunjuk menjadi pelaksana proyek jaringan untuk calon Ibukota di kalimantan.
      dan pada sesi terakhir setelah ISOMA, langsung di isi oleh Mbah Suro, beliau menceritakan tentang perjuangan BLC sehingga menjadi seperti sekarang dan beliau juga membicarakan tentang program diklat dan rencana untuk magang/prakerin anak kedepanya di BLC Telkom Klaten ini.

      Dan dengan pertemuan pada hari pertama ini sangat memotivasi peserta dan sekaligus dari perwakilan pihak sekolah masing-masing untuk berjuang bersama di SMKNet Indonesia dan sekaligus BLC Telkom Klaten untuk memajukan sistem sekolah vokasi di Indonesia
      sekian dulu tulisan saya malam hari ini, syukron atas semuanya wassalam...